Rabu, 10 Maret 2010

Ayah

Tulisan ini kutujukan buat seorang sahabat qu yang baru saja kehilangan seseorang yang paling ia sayangi dan yang paling menyayanginya. Notes hasil inspirasi dari Saykoji
Banyak hal yang bisa dilakukaan untuk menyikapi kehilangan, namun kita jangan pernah larut terlalu lama dengan keadaan itu,
kita tetap harus meneruskan perjalanan kita dan berikan yang terbaik untuk orang2 yang ada di samping kita dan yakinlah orang
yang telah meninggalkan kita pun aq bahagia di atas sana ketika orang yang ia kasihi mendapat kebahagiaan dan kesuksesan.
Jadi pesan qu untuk sahabat qu ini tetap semangat, hidup terus berjalan dan saatnya kamu tunjukkan pada semua bahwa kamu kuat
dan kamu bisa berikan yang terbaik untuk mereka. Note ini terinspirasi dari berbagai hal yang penah aq dengar dan aq rasakan
bersama orang2 yang aq sayangi.

Seorang sosok menjadi acuan dalam menjalani hidup qu sejak aq terlahir di dunia, sejak aq menghuni dunia ini. Dia memberikan banyak hal,
ilmu, pemahaman yang tidak pernah aq dapatkan saat sekolah bahkan di bangku kuliah pun. Pemahaman yang lebih dari segalanya yang tidak mungkin
aq dapatkan selaen dari sosok mu karena apa yang engkau berikan tidak pernah tertulis di buku. Kau memberikan banyak hal yang nyata daripada hanya
sebuah ilmu yang aq dapatkan selama ini, apa pun mampu engaku berikan, tidak pernah engkau batasi. Kasih sayang yang terus mengalir selama engkau
mampu selalu kau berikan dengan penuh kasih dan sayang mu. Tidak bisa membayangkan seperti apa perilaku qu pada mu dan orang lain, banyak hal yang
masih payah dan tidak bisa memuat mu bangga dengan apa yang aq lakukan namun aq selalu mendapatkan kesempatan dari mu untuk memperbaiki.
Memang aq ini bukanlah putra yg terpintar dan terbaik di sluruh dunia namun sungguh anugerah yang sangat besar buat aq mendapatkan kasih sayang
dan karunia yang engkau berikan ini. Allah telah memberikan orang yang terbaik yang pernah ada dan yang pernah aq rasakan, yaitu dirimu.
Selalu ingin ku letakkan kebanggan yang besar dalam dada ini hanya untuk mu. Sosok yang selalu mengiringi jiwa ku kemana pun alu pergi
mengahadapi pertumbuhan dari kecil sampai sekarang ini walau sering kita harus berpeluhan. Satu sisi yang slalu aq butuhkan hanya Dia yang menentukan
apa yang akan terjadi, mencoba mengerti ini kehendak Tuhan. Cobalah resapi dan ratapi apa yang ia katakan, kau tinggalkan dirimu akan merasa sepi,
jangan pernah menangis untuk menyesali namun hadapi walau emosi selalu mengiringi. Sebelum berlanjut lebih baik segera pulang.

Sesungguhnya kelembutan dari dalam hati dan diri ini akan tetap aku miliki, karena kasih yang abadi dalam dirimu adalah sebuah anugerah yang abadi
dari Tuhan.

(yang bawah ini hasil copy paste dr kaskus.us....bwt pengingat bwt kita aja)

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya..
Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
Ayah biasanya mengajari anaknya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Yah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut anaknya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu anaknya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, Ibu datang membujukmu agar tidak marah.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat anaknya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa anak kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Yang terbaik.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu atas pilihan anak-anaknya.



Ketika kamu menjadi dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu, Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda dan akan diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anak-anaknya tidak manja, berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan akhirnya….

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan nanti bersama seseorang perempuan yang di anggapnya pantas mendampinginya, Ayah pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Allah SWT, Ayah berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Lindungilah anak-anakku…
Anak kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi manusia dewasa….
Bahagiakanlah ia bersama …”

Setelah itu nantinya Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Ayah telah menyelesaikan tugasnya….



Ayah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

0 komentar:

Posting Komentar